Minggu, 18 Maret 2012

PENGERTIAN GAME & GAME ENGINE

PENGERTIAN GAME

Game berasal dari kata bahasa inggris yang memiliki arti dasar Permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian “kelincahan intelektual” (intellectual playability). Game juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Pada awalnya, game identik dengan permainan anak-anak. Kita selalu berpikir game merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang dapat menyenangkan hati mereka.

Dengan kata lain, segala bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran, kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu dapat dikatakan sebagai game.

Tetapi yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah game yang terdapat di komputer, baik off line maupun online. Saat ini perkembangan games di komputer sangat cepat. Para pengelola industri game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih nyata dan menarik untuk para pemainnya. Hal inilah yang membuat perkembangan games di komputer sangat cepat. Sehingga games bukan hanya sekedar permainan untuk mengisi waktu luang atau sekedar hobi. Melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreatifitas dan tingkat intelektual para penggunanya.

Pengertian game Menurut Agustinus Nilwan dalam bukunya “Pemrograman Animasi dan Game Profesional” terbitan Elex Media Komputindo, game di artikan sebagai suatu aktivitas tersetruktur atau juga digunakan sebagai alat pembelajaran. Sebuah game bisa dikarakteristikan dari apa pemain lakukan .

Faktor Penting dalam Game

Agen adalah suatu entitas perangkat lunak komputer yang memungkin-kan user (pengguna) untuk mendelegasikan tugas kepadanya secara mandiri (autonomously). Agen memiliki kemampuan cerdas untuk berkolaborasi dengan user/pemain, melakukan fungsi monitoring dan learning untuk memenuhi kebutuhan user. Dalam melakukan fungsi monitoring dan learning, seorang agen harus dibekali kecerdasan buatan. Game yang memiliki perilaku agen, dimana kemampuan agennya bisa berkembang dengan mempelajari kemampuan player sulit untuk diimplementasikan. Perilaku agen yang memiliki kemampuan kompleks akan bermanfaat untuk pengembangan pola permainan game yang lebih menarik. Para perancang game bisa menggunakan metoda ini untuk memberikan karakter kepada agen non-player characters (NPC’s), atau mereka bisa melatih agen untuk melawan player yang memiliki perilaku yang didesign menggunakan script dan juga bisa dimanfaatkan untuk menemukan kelemahan-kelemahan pada pola script yang dibuat. Metoda ini digunakan agen untuk melatih perilakunya pada saat melawan pemain. Jadi faktor penting dari game adalah :Agent yang meliputi NPC dan environment dan Kecerdasan yang dimiliki agent

Macam-Macam Tipe Game:

- Real Time Strategy (RTS), Action

- Time Management Game

- Adventure Game

- Serious Game

- Puzzle

- Physic Game

- etc

Teori Agent

1. Agent Software

Agen Software adalah (Caglayan, 1997): Suatu entitas software komputer yang memungkinkan user (pengguna) untuk mendelegasikan tugas kepadanya secara mandiri (autonomously).

Karakteristik Software Agen (Romi, 2001) sebagai berikut :

Autonomy, Agen dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agen lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agen harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang diperbuat, baik aksi keluar maupun kedalam. Satu hal penting lagi yang mendukung autonomy adalah masalah intelegensi (intelligence) dari agen.

Intelligence Reasoning, dan Learning: Setiap agen harus mempunyai standar minimum untuk bisa disebut agen, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.

Mobility dan Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agen lain

Delegation: agen bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebut agen.

Reactivity: Karakteristik agen yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agen lain, user, adanya informasi dari luar, dsb.

Proactivity dan Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity. Agen tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil. Untuk itu agen harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).

Communication and Coordination Capability: Agen harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agen lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan perangkatnya, sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan agen lain adalah masalah sentral Multi Agen System (MAS).

2. Agent Antarmuka

Agen Antarmuka adalah Agen yang memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan user, melakukan fungsi monitoring dan learning untuk memenuhi kebutuhan user (Romi, 2001). Agen antar muka memiliki bebrapa kemampuan sebagai berikut :

Autonomy : Agen dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agen lain ataupun oleh lingkungan (environment).

Intelligence Reasoning, dan Learning: Memiliki Kecerdasan berdasarkan Database Pengetahuan, kemampuan reasoning berdasar pada Database Pengetahuan yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.

Delegation : Agen dapat menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user.

Communication and Coordination : Kemampuan berkomunikasi dengan user.

Reactivity : kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan(enviornment/user).

Proactivity : Kemampuan agen untuk mengambil inisiatif dalam menjalankan tugas sesuai dengan tujuan yang diembannya.

GAME ENGINE

Permainan merupakan alat hiburan, permainan dapat juga digunakan sebagai alat pembelajaran. Permainan atau game dalam bahasa inggris, saat ini sudah memakai teknologi yang sangat canggih. Game pada komputer merupakan permainan yang paling diminati pada kalangan pecinta game. Para pengembang permainan komputer, saat ini berlomba-lomba untuk membuat permainan yang menarik dan dengan kualitas grafis yang menawan.

Game engine adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menciptakan perangkat lunak lain, dalam hal ini, game. Kita bisa menyebutnya game authoring software, game creator tool, software pembuat game.

Unreal Engine merupakan game engine yang sering digunakan bagi para pengembang permainan profesional, akan tetapi Unreal Engine merupakan versi berbayar atau nonfree. UDK (Unreal Development Kit) adalah game engine yang merupakan bagian dari Unreal Engine. UDK merupakan versi free atau bisa digunakan dengan bebas, dengan syarat hanya untuk belajar atau perminan yang kita ciptakan tidakdiperjualbelikan. Dengan semua fitur yang diberikan sama dengan fitur berbayar pada

Unreal Engine dan dengan semua peralatan yang mendukung untuk membuat game blockbuster yang ada di pasaran. Tapi dengan banyaknya peralatan dan fitur yang ditawarkan, menyebabkan para pembuat game kesulitan untuk membuat permainan yang diinginkan.

Game engine adalah sebuah software yang dirancang untuk penciptaan dan pengembangan video game. Fungsi inti yang disediakan oleh game engine biasanya mencakup rendering engine (renderer) untuk grafis 2D atau 3D, physics engine atau collision detection (deteksi tabrakan), sound, script, animation, artificial intelligence, networking, streaming, memory management, threading, localization support, dan scene graph.

Game engine menyediakan tool yang dapat digunakan sebagai alat untuk membuat permainan dengan objek atau environment yang sama pada pembuatan projek permainan yang diciptakan sebelumnya. Ini yang membuat game engine disebut juga middleware karena mereka menyediakan software yang fleksibel dan reusable (dapat digunakan kembali) dengan semua fitur yang ada dapat mengurangi biaya, dan waktu pengerjaan sebuah projek. Seperti solusi middleware lainnya, game engine biasanya menyediakan fungsi multi-platform, yang memungkinkan permainan yang diciptakan dapat berjalan pada berbagai platform termasuk console game, komputer maupun peralatan mobile.

Macam-­macam Engine.


Engine Berbayar


Untuk membuat game 3D:

1. 3D Game Maker

2. 3D Game Studio

3. DarkBASIC

4. TrueVision

5. FPS Creator

6. Blade 3D

7. Source

8. Esenthel for commercial

9. Torque 3D

10. Shiva 3D

11. CryEngine

Untuk membuat game 2D:

1. RPG MAKER VX

2. RPG MAKER XP

3. Game Maker Pro

Engine Gratis

Untuk membuat game 3D:

1. Panda 3D *)

2. OGRE *)

3. Esenthel for non­commercial

4. Unity Free Edition

5. G3D *)

6. Genesis3D *)

7. FPS Creator Free Edition

8. DarkBASIC Pro Free Edition

9. Cube 2 (Sauerbraten) *)

10. Unreal Development Kit

11. Platinum Arts Sandbox *)

12. CAST II *)

13. 3D RAD Pro

14. DX Studio

15. Blender *)

16. Angel ( ini engine­nya Nusantara Online) *) **)

17. Irrlicht *)

18. id Tech (a.k.a Doom Engine, yang dipakai membuat Doom 2) *)

19. Quake Engine (yang dipakai menggarap Quake dan Half­Life) *)

Untuk membuat game 2D:

1. RPG MAKER 2000

2. RPG MAKER 2003

3. 001 Action/RPG Maker

4. Game maker

5. 2D Fighter Maker

6. M.U.G.E.N.

7. Adventure Maker

8. Adventure Game Studio

9. Stratagus *)

10. Battle for Westnoth *)

11. RPG Studio *) **)

12. Scirra Construct*


#SUMBER :

http://www.docstoc.com/docs/54614384/Membuat-Game-Sendiri-I

http://repository.amikom.ac.id/index.php/add_downloader/PUBLIKASI_07.11.1506.pdf/1575

http://rolliawati.dosen.narotama.ac.id/2012/02/19/what-is-game-1/