judul menu

Rabu, 03 April 2013

pengenalan sistem terdistribusi


BAB I

PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
           
                        Komputer memiliki fungsi yang bermacam-macam baik untuk menjadi client atau server, host, terminal, maupun sebagai tempat pemrosesan data. Sama seperti manusia, komputer bila dihubungkan satu sama lain dalam sebuah jaringan maka akan membentuk sistem yang mampu mengerjakan pekerjaan yang hanya mampu dikerjakan komputer besar seperti mainframe. Sistem yang menghubungkan antara komputer dan komponennya dalam suatu jaringan dapat disebut sistem terdistribusi. Lebih jauh, sistem terdistribusi akan dijelaskan dalam makalah ini.

1.2       Batasan Masalah
           
            Batasan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini :
  • Definisi Sistem Terdistribusi
  • Contoh Sistem Terdistribusi
  • Karakteristik Sistem Terdistribusi
  • Model Sistem Terdistribusi
  • Permasalahan Pada Sistem Terdistribusi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB II

PEMBAHASAN


2.1              Definisi Sistem Terdistribusi

Apa itu sisterm terdistribusi ? Pada dasarnya sistem itu sendiri adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu.
Sedangkan, sistem terdistribusi adalah adalah sebuah sistem dimana komponen software atau hardware-nya terletak di dalam jaringan komputer dan saling berkomunikasi menggunakan message passing (Message passing adalah sebuah teknik untuk melakukan sinkronisasi dan komunikasi antara proses-proses yang saling berinteraksi). Ada juga yang mengatakan Sistem Terdistribusi adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang terdapat di dalam sebuah jaringan komputer. Komponen-komponen tersebut saling berinteraksi dan berkomunikasi hanya dengan melalui pengiriman pesan.
Sistem terdistribusi ini diperlukan karena beberapa hal, yaitu :
·         Performance
Sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi daripada komputer yang terpusat
·         Distribution
Banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi perbankan, komersial)
·         Reliability
Jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan
·         Incremental Growth
Mesin baru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat
·         Sharing Data/Resource
Resource adalah:
- Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer.
- Meliputi hardware (e.g. disk, printer, scanner), juga software (berkas, basis data, obyek data).
·         Communication
Menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia.



2.2              Contoh Sistem Terdistribusi

Berikut adalah contoh-contoh dari Sistem Terdistribusi

1.      Intranet

Jaringan(proprietary) yang teradministrasi secara lokal dan dapat terhubung ke internet melalui firewall juga adanya layanan internal dan eksternal didalamnya.
intranet
2.   Internet

Jaringan global yang menghubungkan compute satu sama lain dan dapat berkomunikasi dengan media IP sebagai protokol.
internet

3.   World wide web

Arsitektur client/server tebuka yang diterapkan di atas infrastruktur internet dan juga shared resources melalui URL.


4.   Mobile dan sistem komputasi ubiquitous
Sistem telepon Cellular (e.g., GSM)
Resources yang dishare : frekuensi radio, waktu transmisi dalam satu frekuensi, bergerak, komputer laptop, ubiquitous computing, handheld devices, PDA, etc

5.   Sistem terdistribusi multimedia

Biasanya digunakan pada infrastruktur internet
-Karakteristik
Sumber data yang heterogen dan memerlukan sinkronisasi secara real time
-Video, audio, text Multicast

Contoh:
- Teleteaching tools (mbone-based, etc.)
- Video-conferencing
- Video and audio on demand

6. Contoh sistem terdistribusi lainnya :

·   Sistem telepon seperti ISDN, PSTN
·   Manajemen jaringan seperti Administrasi sesumber jaringan
·   Network File System (NFS) seperti Arsitektur untuk mengakses sistem file melalui jaringan.


2.3              Karakteristik Sistem Terdistribusi

Dalam sistem terdistribusi terdapat beberapa karakteristik, yaitu :

1. No global clock (Keterbatasan dalam Global Clock)
            Setiap komputer memiliki clock yang berbeda dalam sistem terdistribusi. Agar tidak terjadi konflik maka diperlukan koordinasi agar tidak terjadi konflik clock antar komputer. Saat program membutuhkan koordinasi antarkomputer, dilakukan proses pertukaran pesan antarkomputer.
Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mensinkronkan waktu seluruh komputer / perangkat yang terlibat. Dapat berpengaruh pada pengiriman pesan /data, seperti saat beberapa proses berebut ingin masuk ke critical session.
• Dalam pemakaian bersama atas sumber daya diperlukan beberapa hal, yaitu:
- Dibutuhkan hardware dan software yang mendukung
- Memerlukan resource manager
- Perlunya suatu hubungan antara resource dengan pihak yang  menggunakannya.
- Terdapat client-server, remote evolution, code on demand, dan mobile agent.
• Terdapat batasan pada ketepatan proses sinkronisasi clock pada sistem terdistribusi, oleh karena asynchronous message passing
• Pada sistem terdistribusi, tidak ada satu proses tunggal yang mengetahui global state sistem saat ini (disebabkan oleh concurrency dan message passing)

2. Independent failure
Komputer/sistem dapat mengalami kegagalan atau kerusakan. Akan sangat merepotkan apabila kerusakan pada 1 komputer atau 1 sistem akan mempengaruhi semua komputer/sistem. Oleh karena itu apabila terdapat komponen yang rusak atau gagal, kerusakan tidak meyebar ke komponen lainnya. Hal ini juga menyebabkan adanya kegagalan proses tunggal yang bisa tidak diketahui.

• Setiap komponen/perangkat dapat mengalami kegagalan namun komponen / perangkat lain tetap berjalan dengan baik.
• Kemungkinan adanya kegagalan proses tunggal yang tidak diketahui.
• Proses tunggal mungkin tidak peduli pada kegagalan sistem keseluruhan

3. Concurrency of components
Yang dimaksud dengan concurrency (sistem atau program yang berjalan bersama-sama) disini adalah suatu karakteristik yang dimiliki oleh sistem terdistribusi dimana sifatnya setiap komputer/aplikasi dapat melakukan pekerjaan masing-masing tanpa terjadi konflik diantaranya. Hal yang wajar apabila proses eksekusi program harus berjalan secara konkuren. Melakukan koordinasi konkurensi terkadang diperlukan juga untuk mengatur layanan seperti file sharing.
Pengaksesan suatu komponen/sumber daya (segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer) secara bersamaan.
• Setiap komponen Hardware atau Software bersifat otonom.
• Sinkronisasi dan koordinasi dengan message passing.
• Sharing resource
• Masalah umum dalam system concurrent:
- Deadlock
- Lifelock
- Komunitas yang tidak handal
Contohnya : Beberapa pemakai browser mengakses halaman web secara bersamaan.
     
2.4       Model Sistem Terdistribusi
     
      Dalam sistem terdistribusi terdapat beberapa model, antara lain :
Model Client Server
Sistem client-server mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih proses server, dan sebuah proses client dapat mengirim query ke sembarang proses server. Client bertanggung jawab pada antar muka untuk user, sedangkan server mengatur data dan mengeksekusi transaksi. Sehingga suatu proses client berjalan pada sebuah personal computer dan mengirim query ke sebuah server yang berjalan pada mainframe.
Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungsi yang baik dan karena server tersentralisasi. Kedua, mesin server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun mesin client tidak mahal. Ketiga, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly. perlu diingat batasan antara client dan server dan untuk menjaga komunikasi antara keduanya yang berorientasi himpunan. Khususnya membuka kursor dan mengambil tupel pada satu waktu membangkitkan beberapa pesan dan dapat diabaikan.
            Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungsi yang baik dan karena server tersentralisasi. Kedua, mesin server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun mesin client tidak mahal. Ketiga, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly. perlu diingat batasan antara client dan server dan untuk menjaga komunikasi antara keduanya yang berorientasi himpunan. Khususnya membuka kursor dan mengambil tupel pada satu waktu membangkitkan beberapa pesan dan dapat diabaikan.
clientserver
• Client:
– Proses akses data
– Melakukan operasi pada komputer lain
• Server:
– Proses mengatur data
– Proses mengatur resources
– Proses komputasi
• Interaksi:
– Invocation/result



Model Multiple Server
multipleserver
• Service disediakan oleh beberapa server
• Contoh:
– Sebuah situs yang jalankan dibeberapa server
• Server menggunakan replikasi atau database terdistribusi
Model Proxy Server
Proxy server menyediakan hasil copy (replikasi) dari resource yang di atur oleh server lain. Biasa nya proxy server di pakai untuk menyimpan hasil copy web resources. Ketika client melakukan request ke server, hal yang pertama dilakukan adalah memeriksa proxy server apakah yang diminta oleh client terdapat pada proxy server. Proxy server dapat diletakkan pada setiap client atau dapat di pakai bersama oleh beberapa client. Tujuannya adalah meningkatkan performance dan availibity dengan mencegah frekwensi akses ke server.
proxyserver
• Proxy server membuat duplikasi beberapa server yang diakses oleh client
• Caching:
– Penyimpanan lokal untuk item yang sering diakses
– Meningkatkan kinerja
– Mengurangi beban pada server
• Contoh:
- Searching satu topik namun dilakukan dua kali maka searching terakhir memiliki waktu yang lebih kecil
Model Peer To Peer
            Bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server. Sebuah arsitektur di mana tidak terdapat mesin khusus yang melayani suatu pelayanan tertentu atau mengatur sumber daya dalam jaringan dan semua kewajiban dibagi rata ke seluruh mesin, yang dikenal sebagai peer. Pola komunikasi yang digunakan berdasarkan aplikasi yang digunakan. Peer-to-peer merupakan model yang paling general dan fleksible.
peertopeer
Model Mobile Code
mobilecode
•  Kode yang berpindah dan dijalankan pada pc yang berbeda
•  Contoh: Applet


Model Mobile Agent
• Sebuah program yang berpindah dari satu komputer ke komputer yang lain
• Melakukan perkerjaan otomatis
• Contoh:
– Untuk install dan pemeliharan software pada komputer sebuah organisasi
2.5       Permasalahan Pada Sistem Terdistribusi
            Pada semua sistem pasti terdapat masalah. Berikut permasalahan yang terdapat pada sistem terdistribusi :
  • Software – bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem. Pembuatan software harus dilakukan untuk dapat berjalan diatas protokol tertentu seperti penggunaan pemrograman socket pada bahasa pemrograman java
  • Ketergantungan pada infrastruktur jaringan. Ketika sebuah sistem telah bergantung pada sistem terdistribusi maka penggunaan jaringan mempunyai harga mutlak, bila terjadi kerusakan atau gangguan pada jaringan dapat dipastikan sistem pun akan mengalami gangguan
  • Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan Masalah keamanan pada jaringan dapat berupa penyalahgunaan hak akses maupun kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai macam hal, seperti penyebaran virus dan lain-lain
·         Kompleksitas. sistem terdistribusi bersifat lebih kompleks daripada sistem sentral

·         Kemampuan untuk dikendalikan. komputer yang terdapat di sistem terdistribusi bisa terdiri dari berbagai type yang berbeda dan mungkin dijalankan pada sistem operasi yang berbeda pula. kesalahan pada satu mesin bisa berakibat pada yang lainnya sehingga harus banyak usaha untuk mengendalikannya.

·         Tidak dapat diramalkan. sistem terdistribusi tidak dapat diramalkan tanggapannya, tanggapan tergantung beban total system, pengorganisasian, dan beban jaringan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB III

PENUTUP



3.1       Kesimpulan

            Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu.

Sistem Terdistribusi adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang terdapat di dalam sebuah jaringan komputer. Komponen-komponen tersebut saling berinteraksi dan berkomunikasi hanya dengan melalui pengiriman pesan.

Masalah dengan sistem terdistribusi yang dapat
dimunculkan antara lain berkaitan dengan :
         Software, bagaimana merancang dan mengatur software dalam Distribusi Sistem
         Ketergantungan pada infrastruktur jaringan
         Kemudahan akses ke data yang di share, memunculkan masalah keamanan


3.1       Saran

Kami menulis makalah ini denagan mencari refrensi di internet . Jika ada yang mau menambahkannya silahkan saja. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam makalah ini, karena saya adalah manusia, manusia tidak ada yang luput dari kesalahan.

Wassalamualaikum Wr.Wb

----------------------------------------------------------------------------------------------------------


DAFTAR PUSTAKA








Tidak ada komentar: